Tampilkan postingan dengan label OOP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OOP. Tampilkan semua postingan

Pengertian Object Oriented Programing dan Konsep Object Oriented Programing

Senin, 10 Juni 2013
Pengertian Object Oriented Programing -
Tiga tahun yang lalu, saat saya pertama kali berstatus sebagai seorang mahasiswa sebuah akademi swasta yang cukup merakyat, saya dikenalkan dengan istilah ini, Object Oriented Programing. Entah apa itu, batinku saat itu. Dan saat ini, tiga tahun berlalu, saya baru dapat mencerna konsep apa yang saat itu dosen saya gumamkan.Berikut adalah artikel tentang pengertian pemrograman object oriented. Pengertian Object Oriented Programing Object Oriented Programing adalah sebuah paradigma pemrograman, yang beranggapan bahwa semua komponen dalam sebuah aplikasi adalah sebuah objek.
Dengan paradigma seperti ini, diharapkan aplikasi bisa lebih modular. Konsep Object-Oriented-Programing Sebagaimana dinyatakan di atas, pemrograman berorientasi obyek adalah gaya pemrograman yang memungkinkan developer untuk membagi kelompok program yang sejenis ke dalam sebuah kelas. Hal ini membantu menjaga kode agar “don’t repeat yourself” (DRY) dan mudah dalam maintenance.
Manfaat dan Penerapan Object Oriented Programing Salah satu manfaat utama dari pemrograman dengan konsep DRY di atas adalah bahwa, jika ada perubahan informasi dalam sebuah program, developer biasanya hanya perlu melakukan satu perubahan yang diperlukan untuk memperbarui kode.
 Salah satu mimpi buruk terbesar bagi pengembang adalah memaintenance kode aplikasi dimana banyak data yang redundant, yang berarti bahwa perubahan sekecil apapun pada sebuah program menjadi sebuah permainan yang lebih membuat frustasi daripada memikirkan negara kita tercinta ini (:piss pak Beye ).
Kesimpulan Object Oriented Programing mengintimidasi banyak developer karena memperkenalkan sebuah sintaks baru dan, dengan polosnya, muncul menjadi jauh lebih kompleks daripada kode prosedural sederhana, atau inline.
Namun, jika kita pelajari dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya (#Proklamasi), OOP sebenarnya adalah sebuah pendekatan yang sangat mudah dan akhirnya akan memudahkan developer untuk mengembangkan aplikasi pemrograman yang handal.

Source:
http://blog.setoelkahfi.web.id/2013/01/Pengertian-Object-Oriented-Programing-dan-Konsep-Object-Oriented-Programing.html
Read more ...

Pengertian Object dan Class Pada Object Oriented Programing

Senin, 10 Juni 2013
Pengertian Object dan Class - Sebelum saya memposting tentang pembahasan OOP terlalu jauh ke dalam poin-poin penting dari sebuah konsep OOP, pemahaman dasar tentang komponen-komponen objek dan kelas mutlak diperlukan.
Karena dalam memahami paradigma pemrogarman Object-oriented, kita harus sepenuhnya memahami perbedaan object dan class, atau dalam bahasa Indonesia menjadi perbedaan objek dan kelas. Dua hal yang kadang di anggap sama bagi yang baru memulai terjun ke dalam dunia OOP. Mengenal Perbedaan Antara Object dan Class Kata yang sudah sering saya dengar, saya yakin yang suka programing juga sering dengar. Langsung sajalah, ada kebingungan dalam OOP: pengembang berpengalaman mulai berbicara tentang objek dan kelas, dan kedua hal itu tampaknya hal yang dapat saling dipertukarkan.
Sebenarnya dua hal ini adalah dua entitas yang berbeda, meskipun perbedaannya dapat sulit untuk kita pelajari pada awalnya. Class dan Object Pengertian Object dan Class Pada Object Oriented Programing Kelas A, misalnya, adalah seperti cetak biru untuk sebuah rumah. Kelas A ini mendefinisikan bentuk dan ukuran rumah di atas kertas, dengan hubungan antara bagian yang berbeda dari rumah sangat jelas dan direncanakan dengan detail, meskipun rumah itu sendiri belum ada.
 Sebuah objek, kemudian, adalah seperti rumah yang sebenarnya dibangun sesuai cetak biru itu. Data yang disimpan dalam objek adalah seperti kayu, kabel, dan beton yang membentuk rumah itu -tanpa dipasang dan dirangkai sedemikian rupa sesuai cetak biru (kelas A)- semua hanyalah tumpukan barang material. Namun, ketika itu semua digabungkan bersama-sama, menjadi terorganisasi, jadilah sebuah rumah. Apa Itu Kelas? Kelas membentuk struktur data dan tindakan yang dapat diambil agar informasi tersebut dapat digunakan untuk membangun objek. Lebih dari satu objek dapat dibangun dari kelas yang sama pada saat yang sama, masing-masing independen dari yang lain. Melanjutkan analogi konstruksi rumah di atas, mirip dengan cara sebuah sub divisi kontraktor yang seluruh bangunannya dapat dibangun dari cetak biru yang sama: 150 rumah yang berbeda yang semua terlihat sama namun memiliki keluarga yang berbeda dan dekorasi didalamnya juga berbeda.
Struktur Sebuah Class Sintaks untuk membuat kelas adalah cukup sederhana: mendeklarasikan kelas dengan menggunakan kata kunci Class, diikuti dengan nama kelas dan satu set kurung kurawal ({}): Setelah membuat kelas, kelas baru dapat dipakai dan disimpan dalam variabel menggunakan kata kunci baru: Selanjutnya, properti atau variabel menggunakan sintaks standar, dan nilai awal di inisialisasi (meskipun properti kelas tidak memerlukan nilai awal). Untuk membaca properti dan melakukan output ke browser, referensikan objek dari properti yang akan dibaca: Karena beberapa contoh dari sebuah kelas bisa saja telah ada sebelumnya, jika objek tidak direferensi sebelumnya, script tidak akan mampu untuk menentukan objek yang mana yang sedang dipakai.
Penggunaan panah (->) adalah sebuah simbol dalam OOP yang berfungsi untuk membangun dan mengakses method atau property yang terkandung dalam sebuah objek yang diberikan. Modifikasi script di test.php untuk dapat melihat penggunaan

Source :
http://blog.setoelkahfi.web.id/2013/02/Pengertian-Object-dan-Class-Pada-Object-Oriented-Programing.html
Read more ...

Buku Panduan Lengkap OOP PHP

Sabtu, 01 Juni 2013
Banyak sekali artikel dan tutorial yang membahas pembelajaran konsep OOP, namun hal itu masih terasa tidak memenuhi atau boleh dikatakan artikel dan tutorialnya tidak memuaskan. Nah dalam tutorial saya kali ini saya ingin membahas hal tersebut secara sederhana yang mudah dipahami untuk pemula dalam belajar konsep OOP dengan bahasa pemrograman PHP.
 Pengertian singkat OOP OOP (Object Oriented Programming) adalah sebuah konsep pemograman yang berbasis objek, OOP merupakan terobosan baru dalam pemrograman setelah pemrograman prosedural, pemrograman modular dan pemrograman abstraksi data.

 Kenapa harus OOP? OOP memberikan kemudahan bagi programmer dalam pembuatan sebuah program, memberikan fleksibilitas yang lebih, kemudahan penggunaan program, dan dipakai luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Selain itu dengan pemograman OOP kode yang dibuat akan lebih mudah dikembangkan dan dirawat dalam arti seorang programer bisa menambah sebuah objek baru tanpa harus menggangu dan merubah modul yang lain.
Berikut ini keuntungan dari penggunaan OOP dalam pemograman : Reusability (kemampuan untuk digunakan kembali). Kode yang dibuat dapat digunakan kembali di aplikasi atau program lainnya. Extensibility (Kemampuan untuk dapat dikembangkan). Kita dapat membuat method yang baru atau mengubah yang sudah ada sesuai dengan yang kita inginkan tanpa harus membuat kode dari awal. Maintainability (Kemampuan untuk mudah dikelola), kode yang sudah dibuat lebih mudah untuk di maintain/manage.
 Apabila aplikasi yang dibuat adalah aplikasi dengan skala besar dan apabila terjadi error atau kesalahan maka dengan OOP hal tersebut mudah ditangani karena pemograman yang menggunakan OOP sudah modularitas(memecahkan program yang besar menjadi bagian-bagian kecil) sehingga perbaikan cukup pada modul-modul tertentu saja tanpa harus mengubah modul yang lainnya.

Source:
http://ebookdansource.blogspot.com/2012/11/buku-panduan-lengkap-oop-php.html
Read more ...

Object-oriented Programming dengan PHP

Jumat, 14 Desember 2012
Object-oriented Programming (disebut juga OOP/OO) sebetulnya bukan hal baru pada dunia pemrograman. OOP telah ada selama 2 dekade lebih. Bahasa C++ dan Java telah lama menggunakan OOP ini. OOP bukan merupakan suatu bahasa ataupun teknologi baru, tetapi hanya merupakan suatu paradigma/pendekatan untuk masalah yang akan dipecahkan. Selama bahasa pemrograman itu mendukung OOP, kita sudah bisa menggunakan OOP ini pada bahasa apapun yang kita kuasai.

OOP merupakan solusi yang tepat untuk aplikasi yang berskala besar. Alasannya yaitu OOP memungkinkan kode untuk digunakan kembali (reusable), aplikasi lebih mudah dipelihara, aplikasi memiliki tingkat ketergantungan antar modul yang rendah, dan tentunya aliran program lebih mudah dipahami karena pada OOP, elemen-elemen dalam program diibaratkan objek-objek pada dunia nyata.
Pada tutorial kali ini akan dibahas dasar-dasar OOP di dalam bahasa PHP. Versi PHP yang sudah mendukung OOP adalah PHP versi 5 ke atas, sedangkan versi 4 dan sebelumnya belum sepenuhnya mendukung OOP. Tutorial ini akan membahas dasar-dasar OOP sambil langsung mempraktekkan bagaimana OOP tersebut diimplementasikan di PHP.

Enkapsulasi

Didalam OOP, semua elemen program merupakan objek-objek yang saling berinteraksi satu sama lain. Dalam interaksinya, tiap objek mempunyai informasi yang bisa diakses oleh objek lain ataupun yang disembunyikan dari objek lain. Sebagai contoh, dalam dunia nyata, objek mobil memiliki steer, pedal, yang langsung berinteraksi dengan sopir. Tetapi sopir tidak secara langsung berinteraksi dengan mesin.
Sama halnya seperti objek-objek dalam OOP. Tiap objek memiliki informasi yang harus disembunyikan maupun yang tersedia untuk public (objek lainnya). Dalam OOP ini disebut enkapsulasi (encapsulation) yang merupakan salah satu konsep OOP yang sangat penting.

Class

Class adalah merupakan “blueprint” dari objek. Sedangkan objek adalah instance dari class. Sebagai contoh di dunia nyata, class seperti cetakan kue, dan objek adalah kuenya sendiri. Dari satu class bisa dibuat berapa pun objek yang diperlukan. Sebuah class dalam php diawali dengan keyword class diikuti dengan nama class. Pada contoh di bawah adalah deklarasi sebuah class dalam php dengan nama “artikel”.
// deklarasi class dalam php
class artikel {

   // di sini isi code dari class akan ditulis

}
Sebuah class biasanya memiliki ciri-ciri tertentu, seperti dalam dunia nyata mobil miliki warna, ukuran, jumlah ban, dll. Ciri-ciri ini disebut dengan attribute/property. Selain attribute, class juga memiliki operasi-operasi yang bisa dilakukan oleh class tersebut. Seperti pada mobil memiliki operasi maju, mundur, pindah gigi, dll. Operasi-operasi ini disebut dengan method.
Dalam program OOP pun sama halnya seperti di dunia nyata. Tiap class memiliki attribute dan method. Attribute dan method nya pun bisa satu ataupun sebanyak yang diperlukan. Contoh: class artikel, memiliki attribute: judul, nama_penulis, tanggal_terbit, kategori, dll. Artikel juga memiliki method terbitkan(), arsipkan(), hapus(), edit(), dll.
Berikut ini contoh class “artikel” dalam php dengan method dan attribute nya.
class artikel {

    // attribute
    public $tanggal_terbit; 

    // method
    function terbitkan() {   
        echo 'artikel berhasil diterbitkan ';
    }

}
Keterangan: Seperti kita lihat pada contoh di atas, attribute adalah variable biasa dan diawali dengan keyword public. Public merupakan access modifier (access modifier memerlukan pembahasan lanjut, yang berkaitan dengan encapsulation). Sedangkan method merupakan fungsi biasa yang memiki argumen ataupun tidak. Method juga bisa memiliki access modifier sama halnya seperti attribute.

Object

Objek adalah instance dari class, ini berarti class harus di-instantiate (dibuat objeknya) terlebih dahulu agar bisa digunakan dalam program (kecuali static class). Untuk membuat objek baru dalam PHP, digunakan keyword new.
Berikut adalah contoh pembuatan objek dalam php:
// deklarasi class
class artikel {

    public $tanggal_terbit;

    function terbitkan() {
        echo 'artikel berhasil diterbitkan ';
    }

} 

// instantiate objek baru
$artikel_a = new artikel();

// instantiate objek lainnya
$artikel_b = new artikel();
Keterangan: Pada contoh di atas, $artikel_a merupakan objek dari class artikel. Objek ini otomatis telah memiliki seluruh atribut dan method yang dimiliki oleh class nya, yaitu: attribute ‘tanggal_terbit’ dan method ‘terbitkan()’. Sama halnya juga dengan $artikel_b memiliki atribut dan method yang sama. Untuk mengakses suatu atribut/method dari objek, maka kita bisa menggunakan tanda -> (strip, lebih besar dari)
Contohnya:
// mengakses attribute
$artikel_a->tanggal_terbit
// mengakses method
$artikel_a->terbitkan()

Inheritance

Sebuah class dapat di-inherit (diwariskan) ke class turunannya, sehingga class turunannya memiliki attribute dan method yang sama dengan class induknya, plus bisa ditambah attribute dan method yang diperlukan. Ini berguna untuk menambah ciri dan fungsi khusus terhadap class turunan.
Class turunan disebut juga sub/derived/child class. Sedangkan class induk yang mewarisi disebut sebagai super/base/parent class. Sebagai contoh, class artikel bisa diwariskan menjadi class berita. Class artikel disebut parent class, dan class berita disebut child class. Dalam inheritance, keyword yang digunakan adalah extends. Berikut contoh inheritance dalam PHP:
// parent class
class artikel {

    public $tanggal_terbit;

    function terbitkan() { 
        echo 'artikel berhasil diterbitkan ';
    }

} 

// child class
class berita extends artikel {

    // attribute tambahan
    public $nama_wartawan; 
    public $nara_sumber;

    // method tambahan
    function cek_nara_sumber() {
        echo 'nara sumber berhasil dicek ';
    }

}
Keterangan: Pada contoh di atas, class berita yang merupakan child class akan otomatis memiliki atribut ‘$tanggal_terbit’ dan method ‘terbitkan()’ sebagai warisan dari parent classnya, yaitu class artikel. Sebagai tambahan, class berita memiliki atribut ‘$nama_wartawan’, ‘$nara_sumber’ dan method ‘cek_nara_sumber()’ yang didefinisikan tersendiri pada child class tersebut.

Polymorphism

Polymorphism bisa diartikan memiliki berbagai macam bentuk. Dalam istilah pemrograman, bisa diartikan method dengan nama yang sama tetapi memiliki karakteristik operasi yang berbeda-beda. Dalam OOP, ini berkaitan erat dengan overloading dan overriding.
Di dunia nyata polymorphism bisa diibaratkan dengan power on/off. Pada komputer, terdapat power on/off. pada HP juga terdapat power on/off. Pada televisi juga terdapat power on/off. Semua orang mengetahui fungsi dan cara menggunakannya, yaitu ditekan dan akan menghidup-matikan alat tersebut. Tetapi sebetulnya, cara kerja di dalamnya sangat berbeda antara alat satu dengan yang lainnya, meskipun memiliki nama yang sama (power).

Overloading

Dalam bahasa Java/C++, fasilitas untuk melakukan overloading telah disediakan. Tetapi dalam PHP, fasilitas tersebut belum tersedia. Namun overloading bisa juga diimplementasikan di PHP. Untuk melakukan overloading, dalam PHP bisa menggunakan magic method __call($name, $arguments). __call adalah fungsi khusus yang otomatis dijalankan apabila sebuah objek memanggil method yang tidak ada pada sebuah class. __call memiliki 2 argumen, yang pertama nama method yang dipanggil berupa string, dan yang kedua adalah argumen method berupa array.
Berikut contoh nya:
class artikel {

public function __call($name, $arguments) {

    // jika objek memanggil method dengan nama 'terbitkan_artikel' maka jalankan code di bawah
    if ($name == ‘terbitkan_artikel’) { 

        // jika tidak ada argumen, maka jalankan code ini
        if ($arguments[0] == ‘’) {
             echo 'artikel berhasil diterbitkan';
        }

        // jika ada argumen, maka jalankan code ini yang berbeda dengan di atas
        if ($arguments[0] != ‘’) {
             echo 'artikel berhasil diterbitkan dengan argumen';
        }
    }

}

}

// instantiate objek
$artikel_a = new artikel(); 

// memanggil method tanpa argumen
$artikel_a->terbitkan_artikel(); 

// memanggil method yang sama, tapi dengan argumen
$artikel_a->terbitkan_artikel('argumen_a', 'argumen_b'); 
Keterangan: Seperti pada contoh di atas, objek $artikel_a pertama memanggil method terbitkan_artikel() tanpa argumen, lalu yang kedua memanggil method yang sama tetapi dengan argumen. Method nya sama, tapi argumen nya berbeda, juga pada isi class nya akan menjalankan code yang berbeda pula. Inilah salah satu contoh polymorphism.

Overriding

Overriding dalam oop berkaitan erat dengan inherintance. Overriding adalah ‘memaksa’ suatu method pada child class agar bekerja dengan spesifikasi sendiri yang tidak sama dengan method di parent/super class nya.
Contoh:
// parent class
class artikel {

	public $tanggal_terbit;

	function terbitkan() {
	        echo 'artikel telah diterbitkan';		
	}
	function arsipkan() {
	        echo 'artikel telah diarsipkan';
	}	

}

// child class
class berita extends artikel {

    // method yang mengoverride method dari parent class nya
    function arsipkan() { 
        echo 'berita telah arsipkan';
    }

}

// instantiate 
$berita = new berita();

// akan memanggil method 'terbitkan()' yang diwariskan dari parent class nya
$berita->terbitkan();

// akan memanggil method arsipkan yang ada pada child class, 
// karena method 'arsipkan()' telah dioverride oleh child nya
$berita->arsipkan();
Demikian dasar OOP dan contoh pada bahasa PHP. Sebetulnya masih banyak konsep OOP yang belum tercakup dalam tulisan yang sederhana ini. Tetapi dengan ini diharapkan kita bisa mengenal dan memahami dasar / fundamental OOP yang sering digunakan dalam aplikasi-aplikasi dengan berbasis OOP dan kita bisa menerapkan OOP pada project kita selanjutnya sehingga bisa memanfaatkan fitur-fitur OOP dan kelebihannya. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Wassalam.
Referensi:
  • Object-oriented Programming dengan PHP 5, Ir. M. Farid Azis, M. Kom
  • OOP Demystified, James Keogh & Mario Giannini
Source :  http://triswan.wordpress.com/2009/10/09/object-oriented-programming-dengan-php/#comment-483
Read more ...

[ belajar php ] - Mengelola variabel ( isset ( ), unset ( ), empty ()

Jumat, 14 Desember 2012
belajar php - Teknik dasar PHP, dan utnuk belajar php mesti tahu tentang Mengelola variabel. Jika anda belajar php, dipastikan anda selalu akan menemui variabel. Maka dari itu dituntut dalam blajar php, diharuskan bisa mengelola variabel. implemetasi pembuatan kode program php, secara garis besar ada tiga konstruksi bahasa digunakan untuk mengelola suatu variabel, yaitu isset(), unset(), empty()



1. isset
isset() digunakan untuk menyatakan variabel sudah diset atau tidak. Jika variabel sudah diset makan variavel akan mengembalikan nilai true, sebaliknya akan bernilai false


2. unset
unset()merupakan kebalikan dari isset(), yaitu untuk meng-unsetvariabel, dan membebaskan memory yang sudah digunakan.

3. empty
empty(), digunakan untuk memerikasa apakah variabel form tidak dikirim atau tidak berisi data alias kosong. berbeda denagn isset(), yang mengembalikan nilai false pada variabel yang di-unset, empty() akan mengembalikan nilai true

Source : http://php-mysql-solution.blogspot.com/search?updated-min=2009-01-01T00:00:00%2B08:00&updated-max=2010-01-01T00:00:00%2B08:00&max-results=2
Read more ...

KUMPULAN VIDEO PHP-OOP

Senin, 10 Desember 2012
Silahkan download teman -teman di link youtube ini terdapat 51 video PHP-OOP.

 Source :
http://www.youtube.com/watch?v=R_HSmNiKkII&list=PL75B9D91CD69ED950&index=2


dan satu lagi link dari php academy

http://www.youtube.com/user/phpacademy?feature=watch
Read more ...

PHP - Membuat Kalkulator Menggunakan Class

Senin, 10 Desember 2012
Mengikuti tantangan Dunia.. kali ini saya tertarik kembali membahas mengenai Teknik OOP PHP.. mengingat OOP ini merupakan Teknik Pemrograman abad sekarang.. :) sebagai langkah awal, saya ingin berbagi kepada pengunjung, mengenai teknik dasar OOP dalam membuat kalkulator. cukup simpel bahkan pemula pun pasti akan cepat memahami maksudnya.. langsung aja yah...

skrip hitung.php


  1. <form action="thitung.php" method="post" sourceindex="0"><table><tbody>  
  2. <tr><td><input name="number1" size="10" sourceindex="1" type="text"></td></tr>  
  3. <tr><td><input name="number2" size="10" sourceindex="2" type="text"></td></tr>  
  4. <tr><td><input name="submit" sourceindex="3" value="Hitung" type="submit"></td></tr>  
  5. </tbody></table></form>  

thitung.php
  1. <?php  
  2. // Definisikan Class  
  3. class Calculator {  
  4.     // Definisikan Variabel  
  5.     var $sum;  
  6.     var $dif;  
  7.     var $multi;  
  8.     var $div;  
  9.   
  10.     // Fungsi Hitung Tambah  
  11.     function add($number1$number2) {  
  12.         $this->tambah = $number1 + $number2;  
  13.     }  
  14.       
  15.     // Fungsi Hitung Penurangan  
  16.     function substract($number1$number2) {  
  17.         $this->kurang = $number1 - $number2;  
  18.     }  
  19.       
  20.     // Fungsi Hitung Perkalian  
  21.     function multiply($number1$number2) {  
  22.         $this->kali = $number1 * $number2;  
  23.     }  
  24.   
  25.     // Fungsi Hitung Pembagian  
  26.     function devide($number1$number2) {      
  27.         $this->bagi=$number1/$number2;  
  28.     }  
  29. }  
  30.   
  31. // Ubah Parameter POST dari form ke dalam masing-masing variabel  
  32. $number1 = $_POST['number1'];  
  33. $number2 = $_POST['number2'];  
  34.   
  35. // Ciptakan Instance Kelas  
  36. $hasil = new Calculator();  
  37.   
  38. // Panggil Fungsi Kelas + Masukkan parameter variabel (mengandung nilai dari form)  
  39. $hasil->add($number1,$number2);  
  40. $hasil->substract($number1,$number2);  
  41. $hasil->multiply($number1,$number2);  
  42. $hasil->devide($number1,$number2);  
  43.   
  44. // Tampilkan Hasil  
  45.   
  46. echo "<h2>Hasil Hitung</h2>";  
  47. echo "$number1 + $number2 = ".$hasil->tambah."   
  48. ";  
  49. echo "$number1 - $number2 = ".$hasil->kurang."   
  50. ";  
  51. echo "$number1 * $number2 = ".$hasil->kali."   
  52. ";  
  53. echo "$number1 / $number2 = ".$hasil->bagi."  
  54. ";  
  55. ?>  


bagaimana?.. apakah dengan beberapa komentar pada skrip dapat dipahami dengan mudah?... 

Semoga tutorial ini dapat memberikan manfaat kepada Anda.

Source : http://mytutorialswebsite.blogspot.com/2011/11/php-membuat-kalkulator-menggunakan.html 
Read more ...

perbedaan include() dan include_once() di PHP?

Senin, 10 Desember 2012
Fungsi include() dan include_once() memang memiliki fungsi yang hampir sama. Namun ada perbedaan mendasar dari kedua fungsi tersebut:

  • include() bisa memanggil file yang sama untuk beberapa kali.
  • include_once() hanya akan memanggil file yang sama SEKALI saja.
Contoh Sederhana:
Buatlah 3 buah file php dengan nama index.php, include.php, include_once.php dengan code sebagai berikut: 
Nama File: index.php
  1. <?PHP  
  2. include("include.php");  
  3. include("include.php");  
  4. include("include.php");  
  5. include_once("include_once.php");  
  6. include_once("include_once.php");  
  7. include_once("include_once.php");  
  8. ?>  
Nama File: include.php
  1. <?PHP  
  2. echo "Saya include!";  
  3. ?>  
Nama File: include_once.php
  1. <?PHP  
  2. echo "Saya include_once!";  
  3. ?>  
Output
Ketika index.php dipanggil, maka output yang didapat adalah:
Saya include!
Saya include!
Saya include!
Saya include_once!

Terlihat khan bedanya?
include.php dan include_once.php sama-sama dipanggil 3 KALI di file index.php. Pesan “Saya include!” yang ada pada include.php keluar 3 KALI, tapi pesan “Saya include_once!” yang ada pada include_once.php hanya tampil sekali, karena pemanggilan kedua dan seterusnya untuk nama file yang sama dengan fungsi include_once() akan diabaikan. 

Sekian, semoga bermanfaat
Depri Pramana
Read more ...

Mendefinisikan Method (Fungsi) Di Dalam Class – Object Oriented Programing

Senin, 10 Desember 2012
Method dalam terminologi Object Oriented Programing adalah fungsi khusus pada sebuah kelas. Bagi yang sudah sering memprogram secara procedural, method tidak berbeda dengan function, sebuah bagian dari program yang sering dipakai secara berulang.
Dalam konsep object oriented programing, fungsi adalah tindakan yang dapat dilakukan oleh sebuah objek. Tindakan inilah yang didefinisikan dalam sebuah metode (method), atau fungsi dalam bahasa programing. Sebagai contoh, untuk membuat sebuah metode yang akan mengatur dan mendapatkan nilai dari properti $prop1, tambahkan baris berikut ini pada file MyClass:
<?php
class MyClass
{
public $prop1 = "I'm a class property!";
public function setProperty($newval)
{
$this->prop1 = $newval;
}
public function getProperty()
{
return $this->prop1 . "<br />";
}
}
$obj = new MyClass;
echo $obj->prop1;
?>
Catatan: OOP memungkinkan objek untuk mereferensikan diri sendiri menggunakan $this. Ketika bekerja dalam sebuah method, menggunakan tag $this dengan cara yang sama akan menunjuk ke sebuah obyek di luar kelas.
Untuk menggunakan method, gunakan seperti menggunakan fungsi biasa, tapi pertama-tama, referensikan terlebih dahulu objek dimana method itu berada. Mari kita coba. Baca properti dari MyClass, ubah nilainya, dan baca lagi dengan membuat sedikit modifikasi pada tampilan dalam huruf tebal:
[/php]<?php
class MyClass
{
public $prop1 = “I’m a class property!”;
public function setProperty($newval)
{
$this->prop1 = $newval;
}
public function getProperty()
{
return $this->prop1 . “<br />”;
}
}
$obj = new MyClass;
echo $obj->getProperty(); // Get the property value
$obj->setProperty(“I’m a new property value!”); // Set a new one
echo $obj->getProperty(); // Read it out again to show the change
?>[/php]
Refresh browser Anda, dan hasilnya adalah:
I'm a class property!
I'm a new property value!
Kekuatan pemrograman OOP akan terlihat jelas ketika Anda menggunakan beberapa objek dari kelas yang sama. Tambahkan sebuah objek tambahan dari kelas MyClass, seperti terlihat di bawah ini:
<?php
class MyClass
{
public $prop1 = "I'm a class property!";
public function setProperty($newval)
{
$this->prop1 = $newval;
}
public function getProperty()
{
return $this->prop1 . "<br />";
}
}
// Create two objects
$obj = new MyClass;
$obj2 = new MyClass;
// Get the value of $prop1 from both objects
echo $obj->getProperty();
echo $obj2->getProperty();
// Set new values for both objects
$obj->setProperty("I'm a new property value!");
$obj2->setProperty("I belong to the second instance!");
// Output both objects' $prop1 value
echo $obj->getProperty();
echo $obj2->getProperty();
?>
Dan hasil eksekusi skrip di atas adalah sebagai berikut:
I'm a class property!
I'm a class property!
I'm a new property value!
I belong to the second instance!
Seperti dijelaskan sebelumnya, skrip OOP di atas membuat dua buah objek sebagai entitas yang terpisah, yang berdiri sendiri. Dua objek ini adalah dua objek yang masing-masing berdiri sendiri.
Untuk mempermudah pengaplikasian konsep Object Oriented Programing, PHP juga menyediakan sejumlah method, yang disebut magic method. Magic method adalah metode (fungsi) khusus yang dipanggil ketika sebuah pekerjaan atau tindakan umum tertentu terjadi dalam sebuah objek. Hal ini memungkinkan pengembang untuk
melakukan sejumlah tugas yang berguna dengan relatif mudah. Untuk contoh tentang penggunaan magic method, baca destructor dan constructor.
Demikian postingan kali ini yang membahas tentang konsep dan pengertian method atau fungsi dalam object oriented programing.
 
Read more ...

Menggunakan Constructor dan Destructor Pada Object-Oriented-Programing

Senin, 10 Desember 2012
Pada konsep Object-Oriented-Programing, terdapat banyak fungsi yang dapat mempermudah dalam membuat sebuah aplikasi website. Salah dua dari beberapa fungsi tersebut adalah fungsi __constructor() dan fungsi __destructor().
Saat object di inisialisasi, kadang-kadang terbesit niat untuk mensetting beberapa hal terlebih dahulu. Untuk menangani hal ini, PHP menyediakan fungsi ajaib ( the magic method)  __construct(), yang akan dipanggil secara otomatis kapanpun object dibuat. Untuk mengilustrasikan konsep konstruktor ini, tambahkan konstruktor ke dalam MyClass, yang akan menampilkan pesan kapanpun objek baru dari kelas dibentuk:
<?php
class MyClass {
     public $prop1 = "I'm a class property!";
     public function __construct()
     {
          echo 'The class "', __CLASS__, '" was initiated!<br />';
     }
     public function setProperty($newval)
     {
          $this->prop1 = $newval;
     }
     public function getProperty()
     {
          return $this->prop1 . "<br />";
     }
}
// Create a new object
$obj = new MyClass;
// Get the value of $prop1
echo $obj->getProperty();
// Output a message at the end of the file
echo "End of file.<br />";
 ?>
Catatan:  __CLASS__ adalah sebuah magic constant, yang mana, dalam kasus ini, menghasilkan nama kelas yang dipanggil. Ada beberapa magic constant lain yang disediakan PHP, yang dapat dibaca di manual PHP di http://us3.php.net/manual/en/language.constants.predefined.php.
Refresh browser, dan hasil eksekusi scriptnya adalah:
The class "MyClass" was initiated!
I'm a class property!
End of file.
Untuk memanggil fungsi saat objek dibersihkan, fungsi  __destruct() bisa kita gunakan. Magic constant ini berguna untuk membersihkan kelas (sebagai contoh koneksi database). Menampilkan pesan pada browser saat objek dibersihkan menggunakan fungsi __destruct() pada MyClass:
<?php
class MyClass {
     public $prop1 = "I'm a class property!";
     public function __construct()
     {
         echo 'The class "', __CLASS__, '" was initiated!<br />';
     }
     public function __destruct()
     {
         echo 'The class "', __CLASS__, '" was destroyed.<br />';
     }
     public function setProperty($newval)
     {
         $this->prop1 = $newval;
     }
     public function getProperty()
     {
         return $this->prop1 . "<br />";
     }
}
// Create a new object
$obj = new MyClass;
// Get the value of $prop1
echo $obj->getProperty();
// Output a message at the end of the file
echo "End of file.<br />";
?>
Ketika skrip ditambah dengna listing destructor, hasil dari eksekusi program adalah sebagai berikut:
The class "MyClass" was initiated!
I'm a class property!
End of file.
The class "MyClass" was destroyed.
Sebenarnya, saat sebuah program PHP dieksekusi, PHP secara otomatis akan melepaskan (membebaskan) semua resource atau sumber daya yang dipakai, semisal memori. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan memori bagi program-program lain. Proses inilah yang berperan sebagai pelatuk untuk menjalankan destructor objek MyClass. .
Untuk memicu destructor secara ekspilsit, kita bisa menghancurkan sebuah objek menggunakan fungsi unset():
<?php
class MyClass {
     public $prop1 = "I'm a class property!";
     public function __construct()
     {
         echo 'The class "', __CLASS__, '" was initiated!<br />';
     }
     public function __destruct()
     {
         echo 'The class "', __CLASS__, '" was destroyed.<br />';
     }
     public function setProperty($newval)
    {
         $this->prop1 = $newval;
    }
    public function getProperty()
    {
        return $this->prop1 . "<br />";
    }
}
 // Create a new object
 $obj = new MyClass;
 // Get the value of $prop1
 echo $obj->getProperty();
 // Destroy the object
 unset($obj);
 // Output a message at the end of the file
 echo "End of file.<br />";
 ?>
Sekarang, hasil dari eksekusi program akan terlihat sama seperti memakai fungsi __destructor(). Jalankan program, dan seharusnya di browser tampil seperti ini:
The class "MyClass" was initiated!
I'm a class property!
The class "MyClass" was destroyed.
End of file
Demikianlah artikel tentang fungsi destructor dan constructor pada Object-Oriented-Programing menggunakan PHP. Semoga bermanfaat

Source : http://setoelkahfi.web.id/menggunakan-constructor-dan-destructor-pada-object-oriented-programing/

:D
Read more ...

Inheritance, Turunan atau Pewarisan | PHP OOP

Senin, 10 Desember 2012
Inheritance adalah turunan atau pewarisan suatu class ke class baru dengan mewakili semua function yang ada di class utama (parent class). Inheritance sering sekali digunakan di dalam promgraman berorientasi objek atau OOP. Dengan kata lain, class utama (parent class) dengan classes turunannya berhubungan satu sama lain.
Jika kamu melakukan pemrograman php berbasis MVC (Model – View – Controller) yang sering dijumpai di framework seperti Code Igniter (CI), Yii, Panada, Zend Framework dan lain-lain, pasti kamu melakukan inheritance dari class core framework atau aplikasi tersebut. Semisal membuat controller, pasti menggunakan syntax: “class Kelasmu extends Controller” dan sebagainya.

Inheritance pada pemrograman PHP


Lalu bagaimana penggunaan inheritance itu? Saya berikan contoh berikut:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
<?php
 
class Utama{
 
function cetak_nama()
{
echo 'Nama saya Roes Wibowo.<br/>';
}
}
 
class Turunan extends Utama{
 
function cetak()
{
$this->cetak_nama();
}
}
 
$coba = new Utama;
$coba -> cetak_nama();
 
$coba = new Turunan;
$coba -> cetak();
 
?>
Dari contoh di atas bisa kita lihat bagaimana dengan mencetak output “Nama saya Roes Wibowo.<br/>” dengan function cetak dari class Turunan. Yang mana, di dalam class Turunan melakukan function yang ada di class Utama. Di dalam class Turunan (inherited class), kita bisa memproses function yang ada di dalam class Utama (parent class). Itu salah satu kelebihan pemrograman OOP dengan menggunakan inheritance (turunan atau pewarisan), lebih mudah melakukan perubahan function dari class utama untuk mengganti function global di class turunannya. Oke, itu tadi penjelasan singkat dan padat tentang inheritance php berorientasi objek.

Source : http://roes-wibowo.com/inheritance-turunan-pewarisan-php-oop/
Read more ...

Dasar-dasar PHP-OOP

Senin, 10 Desember 2012
Lama ya nggak posting artikel tutorial… Haha, masih sibuk banget ma dunia nyata.. :)
Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang OOP (Object Oriented Programming) yang ada pada PHP. Bicara tentang OOP, jenis pemrograman ini secara dominan telah digunakan di Java Programming. Karena PHP tidak mau kalah dengan java, dia menyediakan fasilitas untuk bisa menggunakan OOP tidak hanya pada java saja, namun juga bisa menggunakannya di PHP. Lalu apa kelebihan dari penggunaan jenis pemrograman OOP?

OOP yang merupakan kependekan kata Object Oriented Programming adalah suatu metode pemrograman yang menggunakan objek. Objek yang dimaksud adalah suatu benda. Anda bisa menggunakan benda-benda yang ada di sekitar Anda sebagai objek seperti komputer, HP, kursi, meja, gitar, gelas, dan bahkan Anda sendiri adalah objek. Lalu apa yang membedakan antara objek dengan yang bukan objek?
Setiap objek memiliki karakteristik atau sifat sendiri yang membedakan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya. Coba bandingkan Anda dengan saya, kita memang sama-sama manusia, namun belum tentu kalau kita memiliki sifat yang sama, belum tentu kita memiliki wajah yang sama, belum tentu memiliki jenis kelamin yang sama, dan yang lainnya. Jadi sudah paham dengan yang dimaksud dengan objek? Oke, mari kita lanjutkan…
Dalam OOP selalu ada yang namanya class, method (behavior), property (attribute). Masih asing dengan istilah-istilah tersebut? Class bisa dikatakan sebagai cetakan untuk membuat objek. Method bisa dikatakan sebagai aksi yang dimiliki oleh class. Sedangkan attribute adalah karakteristik atau sifat-sifat yang dimiliki oleh objek yang dibuat nantinya. Pendeklarasian suatu class selalu terdapat sintak class yang kemudian diikuti dengan nama class dan setelah itu diikuti oleh body class. Body class selalu berada diantara kurung kurawal atau berada diantara tanda { dan }.
?
1
2
3
4
5
6
7
// deklarasi class Orang
class Orang {
// start body class
// attributes class
// methods class
// end body class
}
Dari deklarasi class Orang seperti yang saya contohkan di atas, kita bisa menentukan karakteristiknya sebagai atribut class tersebut seperti nama, jenis kelamin, pekerjaan, dll. Ingat, setiap objek belum tentu memiliki karakteristik yang sama, jadi jika kita mengambil contoh objeknya adalah orang, maka kita bisa menjadikan nama, jenis kelamin, dan pekerjaan sebagai atribut classnya. Secara defaultnya suatu atribut class dideklarasikan dengan menggunakan sintak var yang kemudian diikuti dengan nama atributnya yang kemudian diakhiri dengan tanda semicolon ;.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
class Orang {
// start body class
 
// attributes class
var $nama;
var $jenis_kelamin;
var $pekerjaan;
 
// methods class
// end body class
}
Adapun pendeklarasian atribut yang menggunakan sintak public, protected, dan private. Sintak-sintak tersebut dinamakan dengan access modifier yang digunakan untuk membatasi hak akses. Untuk soal access modifier ini kita bahas di artikel selanjutnya.
Setelah atribut-atribut yang dibutuhkan telah kita tentukan, sekarang kita buat method-method class tersebut. Pendeklarasian method pada OOP di PHP menggunakan sintak function. Pendeklarasian method ini mirip dengan pendeklarasian fungsi-fungsi yang ada di PHP pada umumnya. Misalnya saja kita buat agar objek yang kita buat nantinya bisa menyapa, makan, dan minum.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
class Orang {
// start body class
 
// attributes class
var $nama;
var $jenis_kelamin;
var $pekerjaan;
 
// methods class
function menyapa()
{
echo '<p>Halo, nama saya adalah '. $this->nama .'<br />';
echo 'Saya adalah seorang '. $this->jenis_kelamin .' ';
echo 'yang memiliki pekerjaan sebagai '. $this->pekerjaan .'</p>';
}
 
function makan()
{
echo '<p>'. $this->nama .' sedang makan.</p>';
}
 
function minum()
{
echo '<p>'. $this->nama .' sedang minum.</p>';
}
 
// end body class
}
Pada script di atas terdapat keyword $this, sudah tahu maksud dari keyword $this ini? Keyword $this menandakan kalau sedang mengakses atribut class itu sendiri. Penggunaanya dengan cara menuliskan keyword $this yang diikuti dengan tanda -> dan setelah itu diikuti dengan nama atribut yang ada dalam kelas tersebut tanpa tanda dollar $.
Nah, selanjutnya mau diapakan class yang sudah dibuat tersebut? Apakah Anda sudah bisa menggunakan method-method yang ada dalam class tersebut? Saya yakin Anda belum bisa menggunakannya. Ingat, class adalah cetakan untuk membuat objek, lalu sudahkah Anda membuat objeknya? Method yang ada didalam class hanya bisa digunakan oleh objek, hal pertama yang perlu Anda lakukan setelah membuat cetakan objeknya adalah membuat objeknya.
Sisipkan kode berikut dibawah pendeklarasian class Orang di atas.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
$aga   = new Orang();
$aga->nama = 'Aga';
$aga->jenis_kelamin = 'Laki-laki';
$aga->pekerjaan = 'Mahasiswa';
 
// memanggil method yang ada dalam class
$aga->menyapa();
$aga->makan();
$aga->minum();
 
$ina  = new Orang();
$ina->nama = 'Ina';
$ina->jenis_kelamin = 'Perempuan';
$ina->pekerjaan = 'Mahasiswa';
 
// memanggil method yang ada dalam class
$ina->menyapa();
$ina->makan();
$ina->minum();
Untuk membuat objek, Anda harus melakukan instansiasi class dengan cara mengunakan sintak new yang diikuti dengan nama classnya dan kemudian diikuti dengan tanda kurung buka dan tutup seperti pemanggilan fungsi. Nah, tahu kenapa pada saat instansiasi class terdapat tanda kurung buka dan tutup padahal tidak ada method yang bernama Orang()?
Di dalam class selalu terdapat method yang selalu dijalankan ketika objek dibuat. Method ini disebut dengan constructor. Jadi ketika Anda membuat suatu object, sebenarnya Anda juga menjalankan method constructor ini. Apa itu constructor? Constructor adalah method yang akan dijalankan ketika objek dibuat. Secara umum constructor adalah method yang memiliki nama yang sama dengan nama class tersebut.
Lalu apakah Anda melihat ada method Orang() dalam class Orang? Walaupun constructor tidak Anda tuliskan, class secara otomatis akan membuat constructornya sendiri. Pada PHP versi 5.3, pendeklarasian constructor tidak dengan cara menuliskan nama method yang sama dengan nama class tetapi dengan menuliskan nama method __construct() yang menandakan suatu constructor.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
class Orang {
// start body class
 
// attributes class
var $nama;
var $jenis_kelamin;
var $pekerjaan;
 
// methods class
function __construct($nama, $jenis_kelamin, $pekerjaan)
{
$this->nama = $nama;
$this->jenis_kelamin = $jenis_kelamin;
$this->pekerjaan = $pekerjaan;
}
 
function menyapa()
{
echo '<p>Halo, nama saya adalah '. $this->nama .'<br />';
echo 'Saya adalah seorang '. $this->jenis_kelamin .' ';
echo 'yang memiliki pekerjaan sebagai '. $this->pekerjaan .'</p>';
}
 
function makan()
{
echo '<p>'. $this->nama .' sedang makan.</p>';
}
 
function minum()
{
echo '<p>'. $this->nama .' sedang minum.</p>';
}
 
// end body class
}
Anda juga bisa memberikan parameter input pada setiap method yang ada di dalamnya. Pada pendeklarasian constructor di atas saya memberikan parameter input nama, jenis kelamin, dan pekerjaan. Jadi saat instansiasi, Anda bisa langsung melakukan set atribut class.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
$aga   = new Orang('Aga', 'Laki-laki', 'Mahasiswa');
$ina  = new Orang('Ina', 'Perempuan', 'Mahasiswa');
 
// memanggil method yang ada dalam class
$aga->menyapa();
$aga->makan();
$aga->minum();
 
// memanggil method yang ada dalam class
$ina->menyapa();
$ina->makan();
$ina->minum();
Kedua script di atas (yang tidak menggunakan constructor dan yang menggunakan constructor) kurang lebih akan menghasilkan tampilan seperti yang ada pada gambar di bawah.
Dasar Object Oriented Programming (OOP) di PHP
Nah, dari sini apakah ada yang tidak dipahami? Saya sudah menyediakan file yang bisa Anda coba sendiri dirumah, silakan download saja, link downloadnya ada di bawah. Dan silakan komentar saja kalau ada yang kurang dimengerti… :)
Download Dasar Object Oriented Programming di PHP (160)

Source : http://www.agacry.com/2011/07/dasar-oop-di-php-class-method-object-di-php/

Read more ...